Perjalanan murah ke cibeureum,,,awal perjalanan kami di terminal kampung Rambutan, gw, Mitha, Lia en Dillah, nah Dilla dan Lia yang pertama kali sampai di terminal, mereka sibuk sms gw en mitha yg belum nyampai juga,padahal janjian jam 07.00 di kampung rambutan
,,,yaaa maklum ya jamnya orang jakarta begitulah, janjian jam 7 tapi samapi di tempat tujuan satu jam berikutnya,,,hehehe,,, sory ya Dil,,,Li,,,,nah setelah kita komplit, kita pun naik Bus jurusan Jakarta-Tasik Rp.15.000, estimasi siy sekitar 2 jam,nah tapi Bus nya itu ngetem Lamaaaa banget, nunggu penuh,,,macet pula di tol ciawi, emang ini weekend siy plus awal bulan juga, alhasil si Dilla udah ngeluarin senjata nya yaitu minyak angin,,,wkwkwk,,,padahal usia yg lebih muda tuh si Dilla,,,emang ya faktor usia ga menentukan segalanya,,,hehehehe,,,setelah Bus penuh, akhirnya jalan juga tuh Bus, gw udh pesen sama sopirnya utk turunin di pertigaan Cibodas,,nah kata sopirnya masih jauh,yawda gw santai aja. Nah selang beberapa menit jalan, tiba-tiba ada seorang penumpang membuka barang bawaannya berupa karung besar,,,ternyata oh ternyata didalemnya ada banyak banget salak, si bapak itu pun langsung menawar kan salak nya kepada semua penumpang di Bus tersebut,,,nah emang dasar jiwa emak emak nya Lia, dia pun jadi pembeli pertama di Bus itu, Lia beli salak satu kilo Rp.10.000,disusul oleh beberapa penumpang lain yang tergiur juga oleh tawaran si bapa penjual salak,,,selang 15 menit harga salak turun jadi Rp.8000 per kilo,,,nah selang 10 menit turun jadi Rp.6000 per kilo,,,lalu ketika persediaan salak tinggal satu kantong plastik penuh,dijual dengan harga Rp.10.000,,, gw yakin si Lia pasti nyesel jadi pembeli pertama,wkwkwkwk,,,nah kembali ke rute,,,setelah dekat D'se Factory Outlet lalu minta turun di pertigaan Cibodas, naik angkot kecil jurusan Rarahan Rp.3.000 lalu minta di turunin di gerbang Cibeureum,,,,nah dari situ perjuangan dimulai,,,
,,,yaaa maklum ya jamnya orang jakarta begitulah, janjian jam 7 tapi samapi di tempat tujuan satu jam berikutnya,,,hehehe,,, sory ya Dil,,,Li,,,,nah setelah kita komplit, kita pun naik Bus jurusan Jakarta-Tasik Rp.15.000, estimasi siy sekitar 2 jam,nah tapi Bus nya itu ngetem Lamaaaa banget, nunggu penuh,,,macet pula di tol ciawi, emang ini weekend siy plus awal bulan juga, alhasil si Dilla udah ngeluarin senjata nya yaitu minyak angin,,,wkwkwk,,,padahal usia yg lebih muda tuh si Dilla,,,emang ya faktor usia ga menentukan segalanya,,,hehehehe,,,setelah Bus penuh, akhirnya jalan juga tuh Bus, gw udh pesen sama sopirnya utk turunin di pertigaan Cibodas,,nah kata sopirnya masih jauh,yawda gw santai aja. Nah selang beberapa menit jalan, tiba-tiba ada seorang penumpang membuka barang bawaannya berupa karung besar,,,ternyata oh ternyata didalemnya ada banyak banget salak, si bapak itu pun langsung menawar kan salak nya kepada semua penumpang di Bus tersebut,,,nah emang dasar jiwa emak emak nya Lia, dia pun jadi pembeli pertama di Bus itu, Lia beli salak satu kilo Rp.10.000,disusul oleh beberapa penumpang lain yang tergiur juga oleh tawaran si bapa penjual salak,,,selang 15 menit harga salak turun jadi Rp.8000 per kilo,,,nah selang 10 menit turun jadi Rp.6000 per kilo,,,lalu ketika persediaan salak tinggal satu kantong plastik penuh,dijual dengan harga Rp.10.000,,, gw yakin si Lia pasti nyesel jadi pembeli pertama,wkwkwkwk,,,nah kembali ke rute,,,setelah dekat D'se Factory Outlet lalu minta turun di pertigaan Cibodas, naik angkot kecil jurusan Rarahan Rp.3.000 lalu minta di turunin di gerbang Cibeureum,,,,nah dari situ perjuangan dimulai,,,MarsMellow
Backpacker ke Curug Cibereum, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Adios...Kali ini MarsMellow backpacker ke daerah Cibereum, meskipun terlihat dekat, tapi trek yang kami lalui lumayan menantang dan tentu saja mengasyikkan. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memang sudah jadi favorit gue untuk trekking. Karena medannya tidak begitu mulus dan tidak begitu berbahaya juga, cocok untuk backpacker lembut seperti kami, ehm ehm, huek.
Gue terakhir kali ke sini tiga tahun yang lalu saat usia gue masih belia. Dulu gue sanggup untuk gak istirahat dan sok sok-an nungguin dan menuntun temen gue si Ami yang memang gak pernah trekking bahkan gue sanggup berlari kecil selama naik di jalur trekking ini. Sekarang pas gue kesini lagi, gue ngerasa kok sebentar sebentar istirahat, dan ini malah gue yang minta break dan mau gak mau di tungguin sama yang lain, emang kalo umur tuh gak pernah bohong, gue ternyata sudah semakin menua, hiks hiks hiks.

Kami jalan menuju pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, kemudian membayar retribusi per orang dan kami pun berfoto dulu sebelum menaiki tangga pertama. Setelah puas berfoto, kami menaiki tangga pertama dan itu sudah melelahkan, membuat nafaksu terengah engah, aku sempat melirik ketiga temanku, kelelahan belum tampak diwajah mereka, syukurlah ternyata Cuma gue yang nenek nenek di sini. Kami melanjutkan jalan kembali sampai menemukan Plang Welcome dari TNGP yang terbuat dari papan kayu unik. Setelah berfoto, kami melanjutkan perjalanan kembali.


Setelah kami sampai di Telaga biru, kami istirahat sebentar sambil berfoto pastinya. Aku melihat Telaga yang tersembunyi tersebut dengan mendecak kagum. Telaganya benar benar berwarna biru kehijauan dan itu terletak di semak semak pohon besar sehingga sulit untuk dilalui.






Selama diperjalanan, aku baru sadar kalau aku sudah berpuluh puluh kali minta injured time oleh teman temanku, dan aku juga berkali kali mengeluh lelah dan capek,haduuuh kaki rasanya mau rontok, tapi aku membayangkan pemandangan luar biasa indah air terjun yang tiada kunjung terdengar suaranya. Kami sering berpapasan oleh kelompok lain yang sudah ke TKP duluan, tak jarang juga setiap bertemu, kami selalu bertegur sapa, biar makin akrab gituh.
Setelah kami menemukan jembatan kayu, aku girang bukan main. Aku tau kalau sudah bertemu jembatan kayu, pasti jarak air terjunnya tinggal sebentar lagi. Tiada henti hentinya aku berfoto dan mengagumi mahakarya Allah SWT ini. Semangatku terkumpul kembali dan kami melanjutkan perjalanan dengan ceria.





Setelah sampai di Curug Cibeureum, kami langsung berfoto tanpa beristirahat terlebih dahulu,,ahay,sudah tidak sabar untuk menyentuh air jernihnya. Kami tidak nyemplung ke air karena dingin sekali, kami hanya foto dengan jarak kurang lebih dua meter dari air terjun, itupun kami sudah basah kuyup karena debit air yang turun luar biasa deras. Kami baru sadar kalau kami belum makan,sooo kami membuka bekal kami dan menyantapnya. Setelah makan kami memutuskan untuk turun.

Perjalanan turun kami itu lumayan sulit karena hujan mengguyur kami dan pastinya kami harus berhati hati turun bukit karena tanah nya becek . untungnya kami selalu bawa payung, kemanapun, dimanapun dan kapanpun, bahkan ke Gunung sekalipun. Karena kami punya motto “Sedia hujan sebelum payung” dan hobby kami tuh basah basahan. Meskipun di teriakin oleh orang yang sedang berteduh.
“Neng ini pada habis dari mall ya”
Kata mereka yang melihat kami dengan setelan yang memang cocok kalo pergi ke mall, bayangin aja, turun dari curug cibereum bawa tentengan kantong plastik belanjaan (padahal isinya sampah plastik yang kami pungut kembali supaya kebersihan di area curug tetap terjaga) dan pake payung cyiiin, bunga bunga pula coraknya,,, tapi gakpapa, biarpun begitu, kami masih bisa menerobos hujan tanpa basah kuyup, gak kaya mereka yang meneduh di kandang badak. Ting ting....

Perjalanan turun tidak terasa begitu melelahkan seperti perjalanan menanjak naik tadi, karena kami melaluinya dengan bercanda ria. Kami sampai di pos penjaagaan kurang dari dua jam. Di situ kami istirahat sejenak dan mengganti baju yang sudah lepek di badan. Selesai rapi rapi, kami turun ke Mandalawangi untuk membeli oleh oleh sebentar untuk dibawa pulang ke Jakarta. Pukul setengah lima sore Setelah dapet masing masing satu kantong besar oleh oleh, kami pun naik mobil angkot yang akan mengantar kami ke terminal Cipanas untuk naik Bis ke Jakarta. Untungnya kami masih dapat tempat duduk di dalam Bis Cipanas meskipun kami tidak satu bangku, gue dan Dilla di tengah lalu Lia dan Mitha di belakang. Tadinya gue dan dilla gak satu bangku, tapi si bapa baik hati yang duduk di samping gue rela pindah ke tempat duduk Dilla supaya gue bisa nyaman, thanks ya bapa yang baik hati, sekalian pak kalo punya anak yang masih bujangan bisa di kenalin ke kita kita, bapak nya baik pasti anaknya baik juga yaaa. Duuh nyesel nih gak minta nomor hape bapak itu. Ngarep dot kom.
Jalanan puncak sabtu malam sepeti biasa macet, tidak bergerak sama sekali karena hanya dibuka satu jalur dan jalur turun akan dibuka lagi jam tujuh malam. Alhasil kami stuck di gunung mas sampai jam delapan malam. Setelah lancar, Bis melaju dengan kecepatan tinggi dan akhirnya sampai di kampung rambutan pukul setengah sepuluh. Kami berempat berpisah dikampung rambutan dan menuju ke jalur rumah masing masing. Gue dan Mitha satu jalur. Di dalam patas, gue dan mitha mereview kejadian tadi di perjalanan, sungguh sangat mengasyikkan. Pengalaman yang luar biasa.
List pengeluaran:
1.Bis Jakarta – Garut PP Rp. 30.000
2.Angkot Cipanas – Rarahan PP Rp.6.000
3.Biaya masuk (Retribusi) Rp.6.000
4.Makan Siang Rp.50.000 (Share berempat)
Ya amplop,,,murah meriah banget khan,itulah keuntungannya Backpacker, irit, gak sampai lima puluh ribu per orang dan pastinya gak bikin gaji sebulan hilang dalam sekejap.

Written By: Tarrie Purwanti
tarrie.chamomile@gmail.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar